BAB II
LANDASAN TEORITIS
2.1 Kemuliaan
rosulullah SAW
Bahwa rosulullah SAW.
Dipilih oleh allah dari rumpun yang termulia, dan dipelihara oleh allah pada
masa kecilnya dan masa remajanya, sampai dipilih menjadi seorang pemberi kabar
gembira dan peringatan, beliau dipelihara dan dididik sebaik-baiknya.
Firman Allah SWT :
Artinya :
“ Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang mengerjakan
yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (S. Al-A’raf :
199).
Artinya :
“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan
berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan allah melarang dari
perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.” ( S. An-Nahl : 90).
Artinya :
“ Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu
termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.” (S. Lukman : 17).
Artinya :
“ Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu, dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (S. An- Nahl:
125).
Kitab
suci Al-Quran adalah sumber akhlak beliau. Sa’ad bin Hisyam berkata: Aku
menganggap Sayyidah ‘Aisyah danaku bertanya kepadanya tentang akhlak rosulullah
SAW.
‘Aisyah
berkata: apakah kamu membaca al-quran, aku menjawab; ya, ‘Aisyah berkata,
akhlak beliau adalah al-quran.
Bagaimana
beliau tidak berada di puncak akhlak yang mulia dan kelakuan yang terpuji?
Sungguh beliau di atas puncak ini, akan tetapi beliau suka menambah, sehingga
dalam do’anya beliau mengucapkan:
Yang artinya :
“Ya Tuhan, sebagaimana engkau menjadikan badanku baik,
maka jadikanlah pula akhlaku baik, ya tuhan jauhkanlah aku dari akhlak yang
mungkar, ya tuhan tunjukanlah kepadaku akhlak yang terbaik, karena hanya
engkaulah yang menunjukan kepada akhlak yang terbaik.”
Dan
beliau menghubungkan akhlak yang luhur dengan risalahnya, beliau bersabda:
Yang artinya:
“ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan
akhlak.”
Beliau
selalu menyeru kepada kaum muslimin agar mereka memiliki sifat-sifat yang utama
dan menjauhi sifat-sifat yang rendah. Banyak hadits yang berhubungan dengan ini
di antaranya:
1. “Sesungguhnya orang yang sangat dicintai dan sangat
dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang islam, yang paling baik akhlaknya
diantara kamu sekalian, suka menerima tamu, senang kepada orang dan di senangi
orang.”
2. “ Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang
baik dapat menyusul derajat orang yang puasa yang beri8ibadah di malam hari.”
3. “ Kebahagiaan
seseorang terletak pada budi pekerti yang baik.”
4. “ Sebagian besar manusia yang masuk surga ialah karena
taqwa kepada allah dan berakhlak yang baik.”
5. “ Sesungguhnya kamu tidak dapat mencukupi kebutuhan
manusia hanya dengan harta benda kamu saja, tetapi cukupilah mereka dengan
wajahmu yang ramah dan akhlakmu yang baik.”
Rasulullah SAW. Ditanya:
Yang artinya:
“ Manakah diantara orang-orang mukmin yang paling utama
imannya Beliau menjawab: ialah orang yang baik akhlaknya.”
Dari
hadits-hadits tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya rosulullah
SAW. Menghubungkan akhlak yang utama dengan beragama dan bertaqwa dengan
hubungan yang kuat. Oleh karena itu ketika ada seorang lelaki datang kepada
beliau dan berdiri dimukanya mereka bertanya, wahai rosulullah, apakah agama
itu? Beliau menjawab agama itu ialah akhlak yang baik, lalu orang itu menghadap
dari arah kanannya dan berkata: wahai rosulullah apakah agama itu? Beliau
menjawab: agama ialah akhlak yang baik, lalu orang itu menghadap dari arah kiri
dan berkata: wahai rosulullah apakah agama itu? Beliau menjawab: agama ialah
agama yang baik . kemudian orang itu menghadap dari arah belakang dan berkata:
Wahai rosulullah apakah agama itu? Beliau menoleh kepadanya dan berkata apakah
engkau belum mengerti? Agama ialah Engkau tidak boleh marah.
Dari hadits-hadits
tersebut di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa akhlak yang buruk bisa
menghapus kebajikan dan merusak ketaatan. Ada orang bertanya kepada beliau
bahwa si fulan berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari, tetapi
dia berakhlak yang buruk yaitu mengganggu tetangganya dengan lisannya, beliau
menjawab orang demikian tidak baik dia termasuk ahli neraka.
Dan
beliau berkata:
Yang artinya:
“ Akhlak yang buruk merusak amal seperti cuka merusak
madu.”
Beliau berkata:
Yang artinya:
“ sesungguhnya orang yang buruk akhlaknya akan berada
ditingkat yang paling bawah di neraka jahannam.”
Beliau bersabda:
Yang artinya:
“ Kesialan itu ialah akhlak yang buruk.”
Karena
kegemarannya pada akhlak yang luhur beliau membebaskan seorang wanita puteri
Hatim Ath-Thai’ yang menjadi tawanan hanya sebagai pembalasan kepada ayahnya
yang baik budi pekertinya. Ketika wanita itu datang kepada nabi bersama para
tahanan Thai’ dia berkata: Wahai muhammad kiranya engkau membebaskan diriku dan
janganlah sampai sebagian orang arab bergembira karena aku ditawan.
Sesungguhnya aku ini adalah puteri pemimpin kaumku dan sesungguhnya dia adalah
pembela rakyatnya, suka membebaskan tawanan, suka memberi makan orang-orang
yang lapar, suka memberikan makanan dan tidak pernah menolak permintaan
orang-orang yang memerlukan pertolongan. Aku adalah puteri Hatim Ath-Thai’,
Rasulullah SAW. Menjawab:
Wahai
gadis remaja inilah sifat-sifat orang mukmin yang sesungguhnya, sekiranya
ayahmu seorang muslim maka akan aku mohonkan rahmat baginya. Bebaskanlah dia,
karena ayahnya adalah seorang yang menyukai akhlak yang baik, dan sesungguhnya
akllah menyukai akhlak yang baik.
Maka
berdi8rilah Abu Burdah bin Nayyar seraya berkata:
Wahai
rosulullah SAW. Apakah allah menyukai akhlak yang baik? Rasulullah SAW.
Menjawab: Demi dzat yang menguasai diriku tidak ada yang masuk sorga kecuali
orang yang baik akhlaknya.
Rasulullah
SAW. Menyukai akhlak yang baik sebagaimana kegemaran beliau kepada menyampaikan
risalahnya dan taat serta taqwa kepada allah SWT. Beliau adalah suri teladan
yang tinggi dalam segala sifat-sifat yang utama, oleh karena itu sudah
sepantasnya beliau memperoleh pujian dari allah SWT; dalam kitab suci al-quran:
Artinya:
“ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung.”(S. Al-Qalam: 4).
Firman Allah SWT:
Artinya:
“ maka disebabkan dari rahmat allah-lah kamu berlaku lemah-lembut
kepada mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (S. Ali Imran: 159).
Firman Allah SWT:
Artinya:
“ maka aku bersummpah dengan apa yang kamu lihat dan
dengan apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya Al-Quran itu adalah benar-benar
wahyu ( Allah yang diturunkan kepada) rasul yang mulia.” (S. Al- Haqqah:
38-40).
Allaoh SWT. Berfirman:
Artinya:
“ Sesungguhnya telah ada pada diri rosulullah itu suri
tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat alloh dan
kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (S. Al-Ahzab: 21).
Kiranya
cukuplah penghormatan dari Allah bahwa dia bersumpah dengan umur beliau seperti
yang disebutkan dalam Al-Quran:
Artinya:
“ Demi umurmu (Muhammad) sesungguhnya mereka
terombang-ambing didalam kemabukan.” (S. Al-Hijr: 72).
Allah
tidak pernah bersumpah dengan kehidupan seseorang selain nabi Muhammad SAW.
Kiranya
cukuplah bagi kita mengutip kata-kata imam ali bin abi thalib ketika memberi
sifat kepada beliau: sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling pemurah,
hatinya paling berani, kata-katanya paling jujur, paling menepati janji, paling
baik pergaulannya, orang yang baru kenal dengan beliau akan merasa takut, dan
prang yang telah bergaul dengan beliau tentu mencintainya. Maka baiklah kita
mulai minum seteguk dari air sungainya yang penuh dengan budi pekerti yang
luhur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar