Jumat, 04 Januari 2013

bab ll


BAB II
LANDASAN  TEORITIS

2.1       Kemuliaan rosulullah SAW
                        Bahwa rosulullah SAW. Dipilih oleh allah dari rumpun yang termulia, dan dipelihara oleh allah pada masa kecilnya dan masa remajanya, sampai dipilih menjadi seorang pemberi kabar gembira dan peringatan, beliau dipelihara dan dididik sebaik-baiknya.
Firman Allah SWT      :


Artinya :
“ Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (S. Al-A’raf : 199).


Artinya :
“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.” ( S. An-Nahl : 90).





Artinya :
“ Dan bersabarlah terhadap apa yang  menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.” (S. Lukman : 17).

Artinya :
“ Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu, dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (S. An- Nahl: 125).
            Kitab suci Al-Quran adalah sumber akhlak beliau. Sa’ad bin Hisyam berkata: Aku menganggap Sayyidah ‘Aisyah danaku bertanya kepadanya tentang akhlak rosulullah SAW.
            ‘Aisyah berkata: apakah kamu membaca al-quran, aku menjawab; ya, ‘Aisyah berkata, akhlak beliau adalah al-quran.
            Bagaimana beliau tidak berada di puncak akhlak yang mulia dan kelakuan yang terpuji? Sungguh beliau di atas puncak ini, akan tetapi beliau suka menambah, sehingga dalam do’anya beliau mengucapkan:
Yang artinya :
“Ya Tuhan, sebagaimana engkau menjadikan badanku baik, maka jadikanlah pula akhlaku baik, ya tuhan jauhkanlah aku dari akhlak yang mungkar, ya tuhan tunjukanlah kepadaku akhlak yang terbaik, karena hanya engkaulah yang menunjukan kepada akhlak yang terbaik.”
            Dan beliau menghubungkan akhlak yang luhur dengan risalahnya, beliau bersabda:
Yang artinya:
“ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
            Beliau selalu menyeru kepada kaum muslimin agar mereka memiliki sifat-sifat yang utama dan menjauhi sifat-sifat yang rendah. Banyak hadits yang berhubungan dengan ini di antaranya:
1. “Sesungguhnya orang yang sangat dicintai dan sangat dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang islam, yang paling baik akhlaknya diantara kamu sekalian, suka menerima tamu, senang kepada orang dan di senangi orang.”
2. “ Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik dapat menyusul derajat orang yang puasa yang beri8ibadah di malam hari.”
3.  “ Kebahagiaan seseorang terletak pada budi pekerti yang baik.”
4. “ Sebagian besar manusia yang masuk surga ialah karena taqwa kepada allah dan berakhlak yang baik.”
5. “ Sesungguhnya kamu tidak dapat mencukupi kebutuhan manusia hanya dengan harta benda kamu saja, tetapi cukupilah mereka dengan wajahmu yang ramah dan akhlakmu yang baik.”
Rasulullah SAW. Ditanya:
Yang artinya:
“ Manakah diantara orang-orang mukmin yang paling utama imannya Beliau menjawab: ialah orang yang baik akhlaknya.”
            Dari hadits-hadits tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya rosulullah SAW. Menghubungkan akhlak yang utama dengan beragama dan bertaqwa dengan hubungan yang kuat. Oleh karena itu ketika ada seorang lelaki datang kepada beliau dan berdiri dimukanya mereka bertanya, wahai rosulullah, apakah agama itu? Beliau menjawab agama itu ialah akhlak yang baik, lalu orang itu menghadap dari arah kanannya dan berkata: wahai rosulullah apakah agama itu? Beliau menjawab: agama ialah akhlak yang baik, lalu orang itu menghadap dari arah kiri dan berkata: wahai rosulullah apakah agama itu? Beliau menjawab: agama ialah agama yang baik . kemudian orang itu menghadap dari arah belakang dan berkata: Wahai rosulullah apakah agama itu? Beliau menoleh kepadanya dan berkata apakah engkau belum mengerti? Agama ialah Engkau tidak boleh marah.
            Dari hadits-hadits tersebut di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa akhlak yang buruk bisa menghapus kebajikan dan merusak ketaatan. Ada orang bertanya kepada beliau bahwa si fulan berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari, tetapi dia berakhlak yang buruk yaitu mengganggu tetangganya dengan lisannya, beliau menjawab orang demikian tidak baik dia termasuk ahli neraka.
            Dan beliau berkata:
Yang artinya:
“ Akhlak yang buruk merusak amal seperti cuka merusak madu.”
Beliau berkata:
Yang artinya:
“ sesungguhnya orang yang buruk akhlaknya akan berada ditingkat yang paling bawah di neraka jahannam.”
Beliau bersabda:
Yang artinya:
“ Kesialan itu ialah akhlak yang buruk.”
            Karena kegemarannya pada akhlak yang luhur beliau membebaskan seorang wanita puteri Hatim Ath-Thai’ yang menjadi tawanan hanya sebagai pembalasan kepada ayahnya yang baik budi pekertinya. Ketika wanita itu datang kepada nabi bersama para tahanan Thai’ dia berkata: Wahai muhammad kiranya engkau membebaskan diriku dan janganlah sampai sebagian orang arab bergembira karena aku ditawan. Sesungguhnya aku ini adalah puteri pemimpin kaumku dan sesungguhnya dia adalah pembela rakyatnya, suka membebaskan tawanan, suka memberi makan orang-orang yang lapar, suka memberikan makanan dan tidak pernah menolak permintaan orang-orang yang memerlukan pertolongan. Aku adalah puteri Hatim Ath-Thai’, Rasulullah SAW. Menjawab:
            Wahai gadis remaja inilah sifat-sifat orang mukmin yang sesungguhnya, sekiranya ayahmu seorang muslim maka akan aku mohonkan rahmat baginya. Bebaskanlah dia, karena ayahnya adalah seorang yang menyukai akhlak yang baik, dan sesungguhnya akllah menyukai akhlak yang baik.
            Maka berdi8rilah Abu Burdah bin Nayyar seraya berkata:
            Wahai rosulullah SAW. Apakah allah menyukai akhlak yang baik? Rasulullah SAW. Menjawab: Demi dzat yang menguasai diriku tidak ada yang masuk sorga kecuali orang yang baik akhlaknya.
            Rasulullah SAW. Menyukai akhlak yang baik sebagaimana kegemaran beliau kepada menyampaikan risalahnya dan taat serta taqwa kepada allah SWT. Beliau adalah suri teladan yang tinggi dalam segala sifat-sifat yang utama, oleh karena itu sudah sepantasnya beliau memperoleh pujian dari allah SWT; dalam kitab suci al-quran:

Artinya:
“ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(S. Al-Qalam: 4).
Firman Allah SWT:


Artinya:
“ maka disebabkan dari rahmat allah-lah kamu berlaku lemah-lembut kepada mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (S. Ali Imran: 159).
Firman Allah SWT:


Artinya:
“ maka aku bersummpah dengan apa yang kamu lihat dan dengan apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya Al-Quran itu adalah benar-benar wahyu ( Allah yang diturunkan kepada) rasul yang mulia.” (S. Al- Haqqah: 38-40).
Allaoh SWT. Berfirman:

Artinya:
“ Sesungguhnya telah ada pada diri rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat alloh dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (S. Al-Ahzab: 21).
            Kiranya cukuplah penghormatan dari Allah bahwa dia bersumpah dengan umur beliau seperti yang disebutkan dalam Al-Quran:

Artinya:
“ Demi umurmu (Muhammad) sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan.” (S. Al-Hijr: 72).
            Allah tidak pernah bersumpah dengan kehidupan seseorang selain nabi Muhammad SAW.
            Kiranya cukuplah bagi kita mengutip kata-kata imam ali bin abi thalib ketika memberi sifat kepada beliau: sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling pemurah, hatinya paling berani, kata-katanya paling jujur, paling menepati janji, paling baik pergaulannya, orang yang baru kenal dengan beliau akan merasa takut, dan prang yang telah bergaul dengan beliau tentu mencintainya. Maka baiklah kita mulai minum seteguk dari air sungainya yang penuh dengan budi pekerti yang luhur.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar