Jumat, 04 Januari 2013

bab lll


BAB III
PEMBAHASAN
3.1      5 KEMULIAAN ROSULULLAH DALAM BAIT AL- BURDAH
            Dalam perspektif sufistik, beberapa bait Qhasidah Al-Burdah menceritakan tentang kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai seorang tokoh sufi teladan yang harus dijadikan panutan umat islam. Dalam perkembangan sufisme, baik sebelum atau sesudah masa Nabi Muhammad SAW, banyak model tokoh sufi yang menawarkan konsep sufisme yang beraneka ragam, terlepas dari ajaran- ajarannya yang selaras dan tidak selaras dengan ajaran islam yang murni.
            Al- Quran menetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai uswah hasanah atau “ suri teladan yang baik” bavi siapa saja. Sosoknya adalah  teladan yang baik untuk segala hal. Siapa saja yang meneladani pribadi Nabi Muhammad SAW, maka Al- Quran menjamin orang itu berada pada jalan yang benar.
            Dalam beberapa bait sebelum lafaz “ Wa atsbatal wajdu....dst” menurut ilmu stilistika arab (ilmu balaghah) termasuk pada kategori ilmu badi’ mujarrad, dimana sang pengarang mengkomunikasikan dirinya melalui dialog yang terdapat dalam bait- bait tersebut, mengingatkan dirinya sendiri sehingga melahirkan nilai sufistik yang tinggi mengenai muhasabat al-nafs (introspeksi dan evaluasi diri) sebagai upaya meningkatkan motivasi diri.
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar