BAB III
PEMBAHASAN
3.1 5 KEMULIAAN ROSULULLAH DALAM BAIT AL-
BURDAH
Dalam
perspektif sufistik, beberapa bait Qhasidah Al-Burdah menceritakan tentang
kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai seorang tokoh sufi teladan yang harus
dijadikan panutan umat islam. Dalam perkembangan sufisme, baik sebelum atau
sesudah masa Nabi Muhammad SAW, banyak model tokoh sufi yang menawarkan konsep
sufisme yang beraneka ragam, terlepas dari ajaran- ajarannya yang selaras dan
tidak selaras dengan ajaran islam yang murni.
Al-
Quran menetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai uswah hasanah atau “ suri
teladan yang baik” bavi siapa saja. Sosoknya adalah teladan yang baik untuk segala hal. Siapa
saja yang meneladani pribadi Nabi Muhammad SAW, maka Al- Quran menjamin orang
itu berada pada jalan yang benar.
Dalam
beberapa bait sebelum lafaz “ Wa atsbatal wajdu....dst” menurut ilmu
stilistika arab (ilmu balaghah) termasuk pada kategori ilmu badi’ mujarrad, dimana
sang pengarang mengkomunikasikan dirinya melalui dialog yang terdapat dalam
bait- bait tersebut, mengingatkan dirinya sendiri sehingga melahirkan nilai
sufistik yang tinggi mengenai muhasabat al-nafs (introspeksi dan
evaluasi diri) sebagai upaya meningkatkan motivasi diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar